jejakaki

Liburan Spontan dan Rahasia Kantong Aman Saat Berlibur.

     Pastinya, banyak alasan orang mengapa mereka pergi berlibur, entah ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, melakukan wisata budaya, berpetualang, memanjakan diri, atau ingin bersantai dan bermalas-malasan. Ketika seseorang telah memandang liburan sebagai sebuah gaya hidup, maka itu akan menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan. Bagaimana pun caranya, mereka harus memenuhinya. Sebaliknya, jika liburan hanya menjadi sebuah spontanitas, maka keberadaanya akan dipandang sebagai pelengkap saja. Nah, kalo kamu gimana, apakah sudah jadi kebutuhan (gaya hidup) atau sekedar pelengkap saja? hehe..

Jalan-jalan ke Belanda #April 2017
Foto ini diambil ketika kami di Zaanse Schans (Belanda) April 2017.

     Bagi saya, liburan sudah menjadi sebuah kebutuhan, saya dan istri punya target melakukan 2x perjalanan keluar negeri dan beberapa kali liburan domestik dalam setahun. Hal ini tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit dan menuntut sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan ini yang akan menentukan apakah liburan kita akan menyenangkan nantinya atau malah berakhir petaka dan malah stress pada akhirnya akibat pengeluaran yang membengkak.

     Mungkin perencanaan yang matang ini yang sering diabaikan atau kurang dicermati oleh traveller kita di Indonesia. Semasa liburan, masyarakat akan mulai berbondong-bondong untuk memadati tempat-tempat wisata. Padahal Mereka seharusnya merencanakan tetek-bengeknya pada jauh-jauh hari. Semisal, melakukan reservasi kamar hotel atau tiket pesawat sebelum hari keberangkatan. Alhasil, aksi liburan spontan ini mendatangkan banyak bencana, seperti kehabisan tiket kendaraan dan penginapan. Macet berjam-jam diperjalanan akibat memilih tempat dan waktu tanpa perhitungan. Tentu tidak semua orang pergi tanpa rencana liburan yang matang. Hanya saja, kebiasaan tersebut seperti sudah mengakar di masyarakat kita..haha..

     Berikut ini saya ada beberapa tips jitu agar kalian tetap irit selama Liburan dan tidak kehabisan uang setelah liburan.

1. Susunlah rencana liburan,

Sisihkan dana liburan secara rutin dari penghasilan setiap bulan karena dalam satu tahun Kamu kemungkinan besar akan melakukan perjalanan. Liburan secara spontan akan mengakibatkan anggaran lebih besar dibanding liburan yang jauh terencana sebelumnya.

2. Transportasi

Bila tujuannya jauh, makin besar pula biaya untuk transportasi. Tapi dengan memastikan tujuan jauh hari sebelumnya, kamu akan memiliki banyak waktu mempelajari dan memilih moda transportasi yang sesuai dengan anggaran dan rencana perjalanan. Kamu juga bisa mengkombinasikan. Misalnya, pergi dengan pesawat terbang, pulang dengan kereta api atau sebaliknya. Bagi yang keluar negeri (seperti di Eropa) saat berpindah negara yang jaraknya cukup jauh, carilah keberangkatan malam karena kita bisa memanfaatkan untuk menginap di Bis atau dikereta itu selama perjalanan, jadi tidak perlu memesan hotel.

#Cari Tahu Kendaraan Umum

Hindari naik taksi (jangan terlalu sering, kecuali terpaksa). Naik Taksi bisa menghabiskan sebagian besar budget kita. Sebelum berlibur, cek informasi di internet soal angkutan umum di daerah yang mau dikunjungi. Cari angkutan umum yang harganya miring dan aman buat kita. Misalnya, bus atau kereta. Pelajari juga jalur-jalur yang dilewati angkutan umum tersebut. Kalau kita berlibur di kota-kota yang dekat dengan tempat tinggal, ada baiknya sih, membawa kendaraan sendiri. Kalau kita liburan ke luar negri pastikan kita tinggal di pusat kota yang dekat dengan stasiun atau terminal bus, jangan tergoda dengan penginapan yang murah banget tapi tidak punya akses ke tempat wisata yang kita tuju. Jangan memilih obyek wisata yang sulit dikunjungi atau jauh dari penginapan kita. Tentunya ini akan memakan biaya yang menghabiskan budget liburan. Sesuaikan jarak penginapan dengan tempat wisata. Kalau bisa sih, obyek wisata tersebut bisa didatangi dengan jalan kaki. Pilih juga harga yang terjangkau kalau perlu yang tidak dipungut biaya, alias gratis. Hahaha..

3. Komsumsi

Kamu dapat menghemat biaya konsumsi jika memilih tempat menginap semacam guest house atau apartemen (kalau bawa anak-anak dan keluarga biasanya saya pilih apartemen), karena biasanya tersedia peralatan masak. Uang bisa dialokasikan untuk membeli bahan-bahan mentah dan bumbu masak beserta peralatan makan. Namun tetap cadangkan biaya untuk menikmati hidangan lokal di lokasi wisata. Nah, komsumsi ini menjadi rahasia saya dan istri saat bepergian kemanapun. Khususnya ke luar negeri biasanya saya bawa beras dan rice cooker kecil looh. Saya bawa aneka bumbu instant (sesuai kebutuhan), bawa rendang, dendeng, bawa mie instant, dan the most important saya bawa sambal sasetan belibis/ABC hahaha..

Dengan kreativitas dan perencanaan, kita dapat berhemat, kita bisa menentukan kapan mencoba makanan lokal, kapan waktunya membawa bekal, dan menetukan waktu yang tepat saat membeli oleh-oleh. Saat menentukan tempat menginap, pikirkan kemungkinan menyewa tempat yang dilengkapi mini kitchen atau pantry dan microwave, kompor gas/listrik dan kulkas kecil untuk menyimpan bahan makanan. Guest house dan Apartemen biasanya memiliki fasilitas ini.

4. Tiket Promo

Seringlah mengecek harga-harga tiket transportasi dan akomodasi di internet. Siapa tahu ada program diskon atau promosi yang menarik. Hampir semua moda transportasi dan penginapan memiliki situs penjualan online. Jika Anda sudah punya pilihan, segeralah membeli/memesan secara online karena biasanya harga lebih murah dibanding membeli di loket atau agen perjalanan.

5. Jangan solo Traveling

Solo traveling mungkin menyenangkan (saya jarang banget lebih suka bareng istri). Sebaiknya Ajak sekitar 2-3 teman untuk liburan bareng karena nantinya akan sangat membantu Selama perjalanan, kita bisa sharing/patungan untuk naik angkutan umum, beli makanan, dan juga penginapan. Beberapa obyek wisata biasanya juga mengeluarkan potongan harga kepada pengunjung yang datang dengan grup. Jadi bagi saya Solo Traveling kurang bersahabat dengan kantong ya.

6. Cari Makan di Street Food

Hindari makan di kafe atau restoran mahal. Carilah opsi untuk makan di area street food, tentunya yang bersih, enak, dan terjangkau. Kamu bisa bertanya ke orang-orang sekitar kita atau langsung tanya mbah google, kamu juga bisa bertanya dengan para penjaga penginapan. Pastinya mereka punya rekomendasi. Kalau bisa sih, kita juga membawa bekal dari rumah atau penginapan sebelum berangkat ke tujuan wisata. Kalau saya biasanya saat di luar negeri, karna kita punya mini rice cooker, sebelum berangkat jalan kita sempetin dulu rebus telor buat protein haha..Atau kalau kamu dapat hotel atau penginapan yang ngasih breakfast, manfaatkan tuh, jangan kasih longgar makanya wkwkwk..

Jajanan Pasar di Barcelona #Spanyol
Foto ini saya ambil saat mampir di pasar tradisional di kota Barcelona, Spanyol (Feb 2018)

Sekian dulu, sahabat jejakakifranky semoga postingan saya ini bermanfaat atau setidaknya bisa bikin kamu ngantuk sebelum tidur. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya.

makasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s