Blog

Tak Berkategori

5 Strategi Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Wacana lagi…wacana lagi… Seringkali rencana perjalan wisata kita berakhir gagal  total hanya karena pada saat tanggal yang direncanakan harga tiketnya lagi tinggi, atau lagi tidak ada promo tiket pesawat. Nah sayang banget kan, gara-gara tiketnya gak sesuai budget, akhirnya kita gagal berangkat? Nah, disini saya ada beberapa trik dan strategi supaya kamu bisa dapat tiket murah sewaktu-waktu, tentunya tanpa menggantungkan nasib pada tiket promo.

1 . Perhatikan Kemana Tujuan Wisatamu.

     Traveler, coba kamu perhatikan benar kemana tujuan kamu, karena tujuan kita itu sangat menentukan waktu terbaik kapan kita harus membeli tiket loh, dan lebih dini mengetahui harga tiket termurah. Jika rute pilihan kita adalah rute yang banyak dilayani maskapai (terutama maskapai budget rendah), seperti Singapura, Thailand, Kuala Lumpur, Bali, Surabaya dan Yogjakarta, maka kita harus pintar-pintar membaca harga, karena harganya cenderung fluktuatif. Jadi, jika kita sudah menemukan satu harga yang kita pikir adalah harga paling murah yang bisa kita dapatkan, maka saran saya sebaiknya kita harus  membeli tiketnya saat itu juga.

     Tapi jika rute yang kita pilih adalah rute yang tidak dilayani oleh maskapai ber-budget rendah atau bukan rute “ramai” wisatawan, seperti Bengkulu, Belitung, Tanjung Pinang, dan Banjarmasin misalnya, maka kapan pun kamu membeli tiketnya, baik dua bulan, satu bulan, atau bahkan satu minggu sebelum keberangkatan, harganya tidak akan memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Mengapa? Karena maskapai yang melayani rute ini menerapkan sistem year-round fare yang artinya harga tiket pesawat akan kurang lebih sama sepanjang tahun, kecuali pada high season, seperti Lebaran dan liburan akhir tahun.

2. Perhatikan maskapai apa yang kita pilih

     Setelah memilih rute, perhatikan juga maskapai yang melayani rute tersebut. Kecenderungannya, harga Low Cost Carrier (LCC) lebih murah jika dipesan dari jauh-jauh hari dan meningkat drastis jika dipesan hanya beberapa minggu atau beberapa hari sebelum keberangkatan (mungkin Kamu pernah mengalaminya). Sementara maskapai full-service cenderung menerapkan year-round fare pada harga tiket pesawatnya sehingga kurang lebih sama sepanjang tahun. Malah terkadang, harga tiket pesawat full-service bisa lebih murah ketimbang LCC jika kita membelinya lebih dekat dengan hari keberangkatan.

     Sedikit tips jika kamu menggunakan Penerbangan Lion Air, sering-sering lah memantau harganya. Karena berdasarkan pengalaman saya, Lion Air adalah salah satu maskapai yang paling sering mengalami perubahan harga. Dalam sehari, Lion Air bisa mengubah harganya 2 hingga 3 kali, biasanya di pagi hari, siang hari, dan tengah malam. Tapi, jika kamu rutin memantau pergerakan harganya, maka trennya akan terbaca. Biasanya, mereka akan menggunakan range harga yang sama, hanya dibedakan di jam penerbangannya saja. Jika penerbangan yang kamu incar tiba-tiba meningkat harganya, jangan terburu-buru membeli saat itu juga karena Kita berpikir harganya akan meningkat terus. Padahal sebaliknya, coba tunggu dan lihat beberapa hari ke depan. Jika Kita melihat range harga antar satu penerbangan dan penerbangan lain sudah meningkat, maka kamu bisa membeli tiketnya saat itu, karena berarti harga dasarnya memang sudah lebih tinggi dibanding sebelumnya.

3. Perhatikan periode perjalanan, juga hari pergi dan pulang Kamu

     Semuanya juga pasti sudah tahu, bahwa akhir pekan, long weekend, dan musim liburan selalu mahal. Jadi, coba menentukan jadwal liburan di periode low-season, seperti bulan September-November dan Februari-April. Selain periode liburan, hari keberangkatan dan kepulangan juga menentukan harga tiket kita. Kombinasi Jumat-Minggu, Jumat-Senin, Sabtu-Minggu, atau Sabtu-Senin adalah kombinasi termahal. Maka, mau gak mau kita mesti menentukan kombinasi tanggal di weekdays.

4. Perhatikan tanggal keberangkatan kamu

     Setelah memilih hari, perhatikan juga tanggal keberangkatan kamu. Karena biasanya harga tiket pesawat di tanggal 20-an cenderung lebih murah dibanding awal atau pertengahan bulan. Hal ini bisa jadi karena maskapai menganggap bahwa tanggal 20-an adalah akhir bulan (tanggal tua) dan kondisi dompet sedang tipis (alias lagi bokek), sehingga kemungkinan orang untuk berpergian sedikit. Alhasil, maskapai pun memberikan harga murah di periode ini agar kursi-kursi mereka terisi, nah ini bisa jadi kesempatan kita untuk menentukan tanggal keberangkatan.

5. Pelajari tren promo maskapai

     Kita sebaiknya mengikuti newsletter maskapai, like dan follow akun media sosial maskapai atau juga aplikasi perjalanan, dan pelajari trennya. Pelajari waktu maskapai-maskapai itu mengeluarkan promo dan jenis promonya. Dari observasi ringan ini, kita akan tahu, apakah saat itu waktu yang tepat untuk memutuskan membeli tiket, atau memilih bersabar untuk menunggu event-event Travel fair. Kalau saya untuk Penerbangan lokal biasanya melihat trennya dari aplikasi Traveloka dan Skyscanner. Sedangkan Untuk Penerbangan Luar Negri saya selalu mengikuti Pameran-pameran travel (Travel fair), Terutama Garuda Travel Fair yang biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun.  Selain mengincar harga promonya biasanya saya juga mengincar Cashbacknya (200 orang pertama), ya mau gak mau kita kita mesti datang lebih awal, eventnya dimulai jam 10:00 am, dengan kata lain kalau mau dapat cashback saya sudah standbay bersama istri dari dini hari, hahaha.. tapi jangan salah kalau pikir kita merasa sudah datang lebih awal, sudah ada yang antri dari hari kemarinnya loh, dan sebelum jam 6 pagi saja antrian sudah bejibun .

     Sekian dulu catatan dari jejakakifranky, semoga kamu mendapatkan informasi yang kamu cari. Happy Travel!! Termakasih kunjungannya 🙂

jejakaki, Tak Berkategori

JALAN-JALAN KE MENARA PISA #ITALY

Akhirnya jejak kaki saya dan istri sampai juga di Menara Pisa, Italy. Menara yang sangat terkenal didunia, dan sering keluar dalam ujian saat masih di bangku sekolah (sekolah dasar ya tahun 80an🤣)

Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173. Ia terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) kota Pisa.

Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 m dan di puncak 2,48 m. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata. Kalau kesini jangan lupa dari hotel/penginapan untuk buang air dulu ya, karena susahnya nyari toilet disekitar sini dan kalau adapun berbayar.

Saking uniknya Menara Pisa juga diterima sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. So..bagi sahabat jangan lewatkan liburan ke Italy (Eropa) tanpa mampir kesini ya..😁

google-site-verification: google8c44cdc2bbec07df.html